Tuesday, 11 December 2012

baju pengatin khas sumatera barat

Pakaian Pengantin

Keindahan busana marapulai dan anak daro beserta atribut yang melengkapi kedua mempelai minang tidak perlu diragukan lagi. Taburan aura keemasan menyelimuti keseluruhan penampilan mempelai dengan sulaman emas pada baju kedua pengantin dan kain songket bertabur emas yang berornamen khas.
Pakaian pengantin berwarna hitam yang dilengkapi tanduk belenggek merupakan pakaian khas bundo kanduang yang menunjukan derajat kebangsawanan suatu keluarga.
Baju kurung panjang dan kain sarung balapak merupakan busana anak daro pada umumnya. Yang membedakan adalah hiasan pada kepala dan aksesoris pendukung lainnya
Busana pengantin yang disediakan Pelaminan Buchyar merupakan pakaian pengantin adat Minangkabau asli. Busana pengantin ini tersedia dalam warna adat Minangkabau yaitu merah, hitam dan kuning karena warna tersebut sarat simbolik bagi masyarakat minang. Pada setiap ritual adat, warna ini selalu ada, baik dalam ornamen ataupun busananya.
Tanduk Belenggek ini terdiri dari 2 tingkat, yang pertama merupakan tanduk dari kain bersulam benang emas yang diatasnya dihias dengan tanduk emas atau dikenal dengan tengkuluk ameh.


 

Sunting

Sunting adalah salah satu bentuk hiasan kepala anak daro. Sunting yang dipakai secara umum sekarang biasa disebut suntingn gadang. Nama ini untuk membedakan dengan sunting ketek yang biasa dipakai oleh pendamping pengantin yang disebut pasumandan.
Perbedaan dari sunting gadang dan sunting ketek adalah jumlah tingkat dari penyusunan hiasan di kepala. Jumlah tinggkat kembang goyang sunting pada pengantin wanita minang ini biasanya berjumlah ganjil. Jumlah tingkat sunting yang paling tinggi adalah sebelas tingkat sedang yang paling rendah tujuh tingkat.
Ada empat jenis hiasan yang disusun membentuk sunting pada hiasan kepala pengantin minang ini. Lapisan yang paling bawah adalah deretan bungo sarunai. 3-5 lapis bungo sarunai ini membentuk dasar bagi sunting minang. Kemudian diletakkan deretan bunga gadang sebanyak 3 - 5 lapis. Hiasan yang paling atas adalah kambang goyang. Sedangkan hiasan sunting yang jatuh di pipi kanan dan pipi kiri pengantin minang ini disebut kote-kote.

 suntiang gadang




 suntiang ketek



Masih banyak aksesoris pengantin yang lain, yaitu:
 1. Minsie
Minsie adalah bis tepi dari baju yang diberi benang emas. Pengertian minsie ini untuk menunjukkan bahwa demokrasi Minangkabau luas sekali, namun berada dalam batas-batas tertentu di lingkungan alur dan patut.

2. Tingkuluak (Tengkuluk)

Tengkuluk merupakan hiasan kepala perempuan yang berbentuk runcing dan bercabang. Pengertiannya adalah Limpapeh Rumah Nan Gadang di Minangkabau tidak boleh menjunjung beban atau beban yang berat.

3. Lambak atau Sarung

Sarung wanitapun bermacam ragam, ada yang lajur ada yang bersongket dan ada yang berikat. Sarung untuk menutup bagian tertentu sehingga sopan dan tertib dipandang mata. Tentang susunannya sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi suatu daerah. Oleh karena itu ada yang berbelah di belakang, ada yang dimuka dan ada yang disusun dibelakang.

4. Salempang

Pengertian yang terkandung pada salempang ini adalah untuk menunjukkan tanggungjwab seorang Limpapeh Rumah Nan Gadang terhadap anak cucunya dan waspada terhadap segala sesuatu, baik sekarang maupun untuk masa yang akan datang.

5. Dukuah (Kalung)

Kalung yang dipakai oleh Limpapeh Rumah Nan Gadang tiap nagari dan Luhak di Minangkabau bermacam-macam. Ada yang disebut kalung perada, daraham, cekik leher, kaban, manik pualam dan dukuh panyiaram. Dukuh melambangkan bahwa seorang Limpapeh selalu dalam lingkaran kebenaran, seperti dukuh yang melingkar di leher. Dukuh juga melambangkan suatu pendirian yang kokoh dan sulit untuk berubah atas kebenaran. Hal ini dikemukakan “dikisabak dukuah dilihia, dipaliang bak cincin di jari”.

6. Galang (Gelang)

Terhadap gelang ini dikiaskan “Nak cincin galanglah buliah”(ingin cincin gelang yang dapat)”. Maksudnya rezeki yang diperoleh lebih dari yang diingini. Gelang adalah perhiasan yang melingkari tangan dan tangan dipergunakan untuk menjangkau dan mengerjakan sesuatu. Terhadap gelang ini diibaratkan bahwa semuanya itu ada batasnya. Terlampau jangkau tersangkut oleh gelang. Maksudnya dalam mengerjakan sesuatu harus disesuaikan dengan batas kemampuan. Menurut ragamnya gelang ini ada yang disebut “galang bapahek, galang ula, kunci maiek, galang rago-rago, galang basa”.

7. Palaminan

Pelaminan adalah tempat kedudukan orang besar seperti raja-raja dan penghulu. Pada masa dahulu hanya dipakai pada rumah adat namun sekarang juga dipakai pada pesta perkawinan. Hal ini mungkin disebabkan marapulai dan anak dara sebagai raja dan ratu sehari. Perangkatan pelaminan mempunyai kaitan dengan hidup dan kehidupan masyarakat adat Minangkabau. Dahulu memasang pelaminan pada sebuah rumah harus dengan seizin penghulu adat dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan adat yang berlaku. Pelaminan mempunyai bahagian-bahagian dan semuanya saling melengkapi.










tempat wisata sumatera barat

Objek Wisata di Kota Bukittinggi yang menarik diantaranya yaitu Kebun Binatang Kinantan, Museum Rumah Adat Bagonjong, Benteng Ford De Cock, Jembatan Limpapeh, Panorama/Ngarai Sianok, Lubang Jepang, dan Jam Gadang. Jarak antara satu objek wisata ke objek wisata yang lain tidak terlalu jauh, dengan berjalan kaki saja dapat mengunjungi semua objek wisata tersebut.

Di sekitar kawasan objek wisata ada banyak hotel dan penginapan. Namun jika ingin berlibur beberapa hari di kota Bukittinggi pada libur sekolah, libur lebaran, atau tahun baru, booking hotel/penginapan harus hari jauh-jauh hari sebelum kedatangan. Pada hari libur dan tahun baru Bukittinggi akan penuh dengan wisatawan, hampir semua hotel/penginapan penuh.  Akan kesulit menemukan tempat menginap jika tidak booking terlebih dahulu.    

Objek Wisata di Kota Bukittinggi

Jam Gadang
Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang adalah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia-Belanda.
Lokasi: Di pusat kota Bukittinggi

Kebun Binatang Bukittinggi (Marga Satwa dan Budaya Kinantan)
Museum Zoologi Kebun Binatang Bukittinggi
Kebun Binatang Bukittinggi yang bernama Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan merupakan salah satu kebun binatang tertua yang ada di Indonesia, dan satu-satunya di Sumatera Barat, dengan koleksi hewan terlengkap di pulau Sumatera.
Lokasi : Jalan Jend. A. Yani

Museum Rumah Adat Baanjuang
Museum Rumah Adat Baanjuang Bukittinggi
Museum Rumah Adat Baanjuang adalah museum tempat mengumpulkan benda-benda sejarah dan budaya ranah minang yang di dirikan seorang belanda yang bernama Mr. Mondelar Countrolleur.
Lokasi :Berada di area Kebun Binatang Marga Satwa dan Budaya Kinantan

Benteng Ford De Cock
Benteng Ford De Cock Bukittinggi

Benteng yang didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Merkus de Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Benteng ini digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837
Lokasi : Terhubung dengan Kebun Binatang Bukittinggi melalui Jempatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh
Jembatan Limpapeh Bukittinggi


Jembatan Limpapeh jembatan menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi dengan benteng Fort de Cock

Ngarai Sianok/Taman Panorama

Ngarai Sianok atau yang dikenal juga dengan nama Panorama adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi. Ngarai ini erupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang. Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau.
Lokasi : Di Jalan Panorama
Lobang Jepang
Lobang Jepang Bukittinggi
Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan.
Lokasi : Berada di Kawasan Ngarai Sianok/Taman Panorama

makanan khas sumatera barat

Masakan Khas Sumatera Barat

1. Asam Padeh
Asam Padeh merupakan masakan yang bercita rasa asam dan pedas. Bumbunya lazim menggunakan asam jawa, cabe dan berbagai racikan bumbu lainnya. Bahan utamanya biasanya menggunakan berbagai jenis ikan seperti tongkol, kakap, atau tuna.
 
2. Rendang
Rendang adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri. Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa(karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak). Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat yaitu musyawarah, yang berangkat dari 4 bahan pokok, yaitu:
  • Dagiang (Daging Sapi), merupakan lambang dari Niniak Mamak (para pemimpin Suku adat)
  • Karambia (Kelapa), merupakan lambang Cadiak Pandai (Kaum Intelektual)
  • Lado (Cabai), merupakan lambang Alim Ulama yang pedas, tegas untuk mengajarkan syarak (agama)
  • Pemasak (Bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minang.

3. Ayam Pop
Ayam Pop adalah makanan khas Sumatera Barat yang menggunakan bahan utama ayam, air kelapa dan santan. Selain bahan-bahan tadi, ayam pop menggunakan bumbu bawang putih, jaeh dan garam. Cara pengolahan ayam pop adalah dengan melumurkan ayam dengan jeruk nipis dan bumbu halus, lalu dimasukan ke dalam santan dan air kelapa yang sudah dipanaskan. Ayam pop biasanya dihidangkan dengan cabe merah dan sayur pucuk ubi.





4. Itiak Lado Hijau
Itiak Lado Hijau atau yang dikenal dengan Itiak Lado Mudo adalah gulai daging bebek muda yang dilumuri cacahan cabe hijau. Saking banyaknya porsi cabe, seolah-olah kita melihat daging bebek muda itu “berendam” dalam cabe. Itiak Lado Hijau adalah masakan tradisional khas Koto Gadang, Kabupaten Agam. Keadaan cuaca Bukittinggi yang berhawa sejuk membuat Itiak Lado Hijau menjadi makanan yang dapat menghangatkan badan selain rasanya yang sangat lezat.



5. Dendeng
Dendeng adalah daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis dengan dikeringkan dengan api kecil atau diasinkan dan dijemur. Hasilnya adalah daging yang asin dan semi-manis dan tidak perlu disimpan di lemari es. Dendeng adalah contoh makanan yang diawetkan. Di Sumatera Barat, pengolah dendeng dibagi dua, satu dendeng kering dan satunya dendeng basah. Dendeng kering biasanya diolah lagi dengan menggunakan cabe merah, kita kenal dengan sebutan Dendeng Balado. Sedangkan dendeng basah biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat masakan Dendeng Batokok yang sangat terkenal itu.




6. SATE PADANG

orang indonesia tentu sudah tidak asing dengan menu sate dan beberapa daerah di indonesia punya ciri khas masing-masing, ciri dari sate padang ini adalah tidak adanya tambahan kecap seperti halnya sate yang ada di pulau jawa, dan juga sate padang memiliki ciri dengan rasa gurih bercampur pedas di tambah dengan taburan bawang goreng yang menambah cita rasanya…
  

7.LAMANG TAPAI ( ketan )


nah ini dia makanan yang sangat saya sukai,namanya lamang tapai,,hmmmm…makanan ini sich katanya berasal dari daerah pesisir selatan,tapi hampir di semua daerah minang kabau terdapat makanan ini,,bahan dasar makanan ini adalah beras ketan yang rasanya sangat khas, rasanya manis bercampur dengan cita rasa tapai yang nikmat..coba deh…di jamin ketagihan….




8. KALIO BALUIK ( kalio belut )

samba lado tanak merupakan masakan khas dari nagari sungai jambu,di pinggang  gunung  marapi , kab.tanah datar sumatera barat. di olah dari cabe yang sudah di giling,santan yang sudah di masak di campur dengan ikan teri,pete,kentang…hmmmm enak,,yang khas dari masakan ini adalah pedasnya yang membuat anda minta ampunnn,,, silakan di coba..